Ditsamapta Polda Sumbar di Bawah AKBP Andre Anas Perkuat Kemampuan Personel, Ajarkan Pemulasaran dan Salat Jenazah

DITSAMAPTA POLDA SUMBAR | Direktorat Samapta Polda Sumatera Barat terus memperkuat kemampuan personel agar tidak hanya siap menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mampu memberikan manfaat ketika berada di tengah masyarakat. Pembinaan personel melalui pembelajaran pemulasaran jenazah dan salat jenazah menjadi salah satu bentuk kesiapan tersebut. Kota Padang, Senin, 21 September 2026.

Program pembinaan tersebut digagas Dirsamapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas, S.I.K., M.H., dengan mendorong seluruh personel memiliki kemampuan tambahan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat.
Pemulasaran jenazah menjadi materi yang mendapat perhatian karena kondisi kedukaan dapat terjadi kapan saja. Personel yang berada di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga memiliki pengetahuan dasar untuk membantu warga dalam situasi kemanusiaan.

Dalam pembekalan tersebut, personel mempelajari tahapan pengurusan jenazah, mulai dari persiapan, memandikan, mengkafani hingga proses pemakaman. Pengetahuan itu diberikan agar anggota memahami tata cara yang benar dan mampu bersikap tepat ketika menghadapi kebutuhan masyarakat.

Selain pemulasaran, personel Ditsamapta Polda Sumbar juga diberikan pemahaman mengenai pelaksanaan salat jenazah sesuai tuntunan yang berlaku. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari pembentukan personel yang memiliki kepedulian sosial sekaligus kesiapan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

AKBP Andre Anas, S.I.K., M.H., menekankan bahwa keberadaan anggota Samapta tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan tugas keamanan. Personel juga dituntut memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan mampu memberikan kontribusi positif ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan bantuan.

“Personel Ditsamapta harus mampu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya ketika menjaga keamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam situasi sosial dan kemanusiaan,” menjadi semangat dalam pembinaan tersebut.

Makna Polri untuk masyarakat terlihat dari upaya menyiapkan personel dengan kemampuan yang benar-benar dapat digunakan dalam kehidupan warga. Ketika anggota mampu hadir membantu dalam situasi kedukaan, kehadiran Polri tidak hanya dirasakan melalui pengamanan, tetapi juga melalui kepedulian, empati dan pelayanan kemanusiaan.

Pembinaan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat kedekatan personel Ditsamapta Polda Sumbar dengan masyarakat. Profesionalitas kepolisian dipadukan dengan sikap humanis sehingga anggota diharapkan mampu membangun komunikasi, memahami kebutuhan warga dan memberikan bantuan secara bertanggung jawab.

Melalui pembinaan tersebut, Ditsamapta Polda Sumbar berupaya membentuk personel yang siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan. Semangatnya jelas: polisi harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, memberikan rasa aman sekaligus manfaat nyata, sehingga nilai Polri untuk masyarakat benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Katim RMO Group | Wyndoee

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *