POLRES SAWAHLUNTO | Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi kesempatan untuk kembali melihat peran santri dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga di tengah keluarga dan masyarakat. Menyambut peringatan 2026, Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., bersama Ny. Puti Simon, menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Di balik kehidupan pesantren yang lekat dengan kegiatan belajar dan ibadah, terdapat proses panjang dalam membentuk pribadi yang sabar, disiplin, mandiri, serta menghargai sesama. Nilai-nilai tersebut tumbuh melalui keseharian para santri, mulai dari belajar bersama, hidup sederhana, menghormati guru, hingga membangun kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.
Bagi masyarakat, santri bukanlah sosok yang hanya berperan dalam urusan keagamaan. Mereka juga merupakan bagian dari lingkungan sosial yang dapat membantu menumbuhkan semangat gotong royong, mempererat hubungan ant warga, dan menjaga suasana damai di tengah perbedaan. Kehadiran generasi muda yang memiliki pengetahuan, akhlak, dan kepedulian sosial menjadi bekal penting bagi masa depan daerah.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 juga mengingatkan bahwa perjalanan bangsa tidak terlepas dari sumbangsih para ulama dan santri. Semangat pengabdian yang diwariskan generasi terdahulu dapat diteruskan melalui langkah sederhana pada masa sekarang, seperti membantu sesama, menghormati perbedaan pandangan, menjaga lingkungan, serta ikut mengambil bagian dalam kegiatan positif di masyarakat.
Di Kota Sawahlunto, kehidupan yang rukun membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Keluarga, tokoh agama, tenaga pendidik, pemuda, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan ruang tumbuh yang aman bagi generasi berikutnya. Perbedaan latar belakang hendaknya tidak menjadi alasan untuk menjauh, melainkan kesempatan untuk saling mengenal dan menguatkan persaudaraan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, keamanan dan ketertiban juga berhubungan erat dengan sikap saling menghargai. Hubungan yang terbuka antara warga, kalangan pesantren, dan aparat kepolisian dapat membantu membangun komunikasi yang baik ketika menghadapi persoalan lingkungan. Prinsip Polri Bersama Masyarakat menemukan maknanya melalui kepedulian, dialog, dan kerja sama yang dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” mengandung harapan agar generasi muda tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki hati nurani, kejujuran, serta keberanian untuk berbuat benar. Kemajuan bangsa akan semakin bermakna apabila berjalan seiring dengan penghormatan terhadap martabat manusia, perhatian kepada kelompok yang membutuhkan, dan kesediaan untuk hidup berdampingan secara damai.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026, pesan yang dapat dibawa pulang oleh seluruh masyarakat adalah bahwa membangun negeri tidak selalu dimulai dari langkah besar. Menghormati orang lain, membantu tetangga, mendidik anak dengan nilai kebaikan, serta menjaga kerukunan merupakan bentuk pengabdian yang dekat dengan kehidupan setiap orang. Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh dari pesantren, keluarga, dan seluruh lapisan masyarakat demi Sawahlunto yang harmonis serta Indonesia yang lebih baik.
Katim RMO Group | Wyndoee








