BPJN 2.5 SUMBAR | Komitmen menghadirkan infrastruktur jalan yang aman dan tetap fungsional bagi masyarakat kembali ditunjukkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. Melalui PPK 2.5 Satker PJN Wilayah II Sumatera Barat, RAI FRAJA NOFVANDRO, ST., M.Sc., penanganan longsor yang menutup badan Jalan Nasional Lubuk Selasih–Surian, tepatnya di STA 48+400, kawasan Air Dingin, Kabupaten Solok, dilakukan secara cepat hingga akses transportasi kembali normal pada Sabtu (7/11/2026).
Peristiwa longsor tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan Kabupaten Solok pada Jumat (6/11/2026). Material tanah dan kerikil turun dari sisi tebing hingga menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter. Selain mengganggu kelancaran kendaraan, material longsoran juga menyumbat saluran cross drain yang berfungsi mengalirkan air dari kawasan sekitar jalan.
Kondisi tersebut sempat menyebabkan antrean kendaraan dan menghambat mobilitas masyarakat yang melintasi jalur penghubung Lubuk Selasih–Surian. Mengingat ruas tersebut merupakan bagian dari jaringan jalan nasional yang memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat dan distribusi barang, penanganan segera menjadi kebutuhan mendesak.
Merespons kondisi itu, BPJN Sumatera Barat melalui PPK 2.5 Satker PJN Wilayah II langsung menerjunkan tim tanggap darurat dengan dukungan satu unit excavator, satu unit dump truck, dan satu unit backhoe loader. Peralatan tersebut dikerahkan untuk mempercepat proses pengangkatan, pemindahan, serta pembersihan material longsoran yang menutupi badan jalan.
Di bawah koordinasi penanganan lapangan PPK 2.5 RAI FRAJA NOFVANDRO, pekerjaan dilakukan secara intensif dengan mengutamakan percepatan pemulihan akses jalan. Penggunaan alat berat menjadi langkah strategis untuk mengatasi timbunan material yang tidak memungkinkan dibersihkan secara manual, sekaligus mengurangi hambatan bagi pengguna jalan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, material longsoran yang menutupi badan jalan berhasil dibersihkan sehingga akses kendaraan kembali dapat dilalui. Arus lalu lintas pada ruas Lubuk Selasih–Surian pun kembali normal untuk dua arah.
Kepala Satker PJN Wilayah II Sumatera Barat, MASUDI, ST., MT., bersama PPK 2.5 RAI FRAJA NOFVANDRO, ST., M.Sc., menjadi bagian penting dalam pelaksanaan penanganan infrastruktur pada wilayah kerja tersebut. Respons cepat ini memperlihatkan pentingnya koordinasi, kesiapan personel, serta dukungan peralatan dalam menghadapi gangguan infrastruktur akibat faktor alam.
Meski badan jalan telah kembali dapat dilalui, pekerjaan tidak berhenti pada pembukaan akses kendaraan. Tim di lapangan melanjutkan pembersihan material yang menyumbat saluran cross drain guna memastikan fungsi drainase kembali optimal. Langkah tersebut penting agar aliran air tidak kembali terhambat dan risiko genangan maupun gangguan susulan dapat diminimalkan.
Penanganan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan memerlukan kewaspadaan bersama, khususnya pada ruas jalan yang berada di kawasan perbukitan dan memiliki potensi longsor. Pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati, memperhatikan kondisi lingkungan, serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi gangguan lalu lintas.
Gerak cepat BPJN Sumatera Barat melalui PPK 2.5 ini menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur bukan sekadar membangun dan memelihara jalan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki akses transportasi yang aman dan lancar ketika menghadapi situasi darurat. Pemulihan Jalan Nasional Lubuk Selasih–Surian menjadi bukti pentingnya kesiapsiagaan dan respons lapangan dalam menjaga konektivitas wilayah.
SIGAP MEMBANGUN NEGERI UNTUK RAKYAT, MENYAMBUNG NEGERI.
Wyndoee








