Padang Pariaman | Upaya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam menekan angka stunting dan Tuberkulosis (TB) terus menunjukkan langkah nyata. Hal ini terlihat dalam kegiatan Roadshow Skrining Stunting dan Kontak TB yang digelar di Posko PKK Lubuk Alung, Sabtu (23/8).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Azis, serta didukung penuh oleh Ibu Wakil Bupati Padang Pariaman, dr. Resti Rahmat, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia. Kehadiran dua figur perempuan ini menjadi simbol kuatnya kepemimpinan perempuan dalam memperjuangkan kesehatan masyarakat.
Turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan, dr. Efriyeni, beserta jajaran tenaga medis, dan dr. Syafrinawati, MARS, Direktur RSUD Padang Pariaman sekaligus anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang hadir sebagai undangan khusus serta menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Dalam sambutannya, Wakil Bupati dr. Resti Rahmat menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi tantangan gizi dan penyakit menular.
“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang program, tetapi tentang masa depan anak-anak Padang Pariaman. Pemerintah, PKK, tenaga medis, dan masyarakat harus bergerak bersama. Hanya dengan kolaborasi kita bisa menurunkan angka stunting dan memutus mata rantai penularan TB,” tegasnya.
Sebagai Ketua Panitia, dr. Resti juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kader PKK, tenaga kesehatan, hingga masyarakat yang hadir dengan antusias. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan bukti nyata kepedulian pemerintah daerah.
PKK Sebagai Garda Terdepan
Sementara itu, Ketua TP-PKK, Ny. Nita Azis, menyampaikan bahwa gerakan keluarga menjadi kunci dalam mempercepat perbaikan gizi dan pencegahan penyakit.
“Kader PKK hadir langsung di tengah masyarakat, mereka adalah ujung tombak perubahan. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Padang Pariaman tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Dengan gizi yang baik, anak-anak kita bisa bersaing di masa depan,” ujarnya penuh semangat.
Ny. Nita juga menegaskan bahwa keberhasilan program nasional Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi hari ini. “Tidak boleh ada anak Padang Pariaman yang tertinggal,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Dorong Deteksi Dini
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Efriyeni, dalam paparannya menjelaskan bahwa kegiatan roadshow ini mencakup layanan skrining gizi balita, pemeriksaan TB, hingga konseling pola hidup sehat.
“Deteksi dini sangat penting. Dengan skrining ini kita bisa tahu sejak awal jika ada risiko stunting atau TB, sehingga intervensi cepat dapat diberikan. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa diperluas hingga ke seluruh nagari,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Padang Pariaman menargetkan angka stunting turun di bawah 14% sesuai target nasional pada 2029. Untuk TB, program pemerintah daerah menyasar peningkatan cakupan penemuan kasus hingga 80% dari total perkiraan kasus di wilayah.
RSUD Siap Jadi Mitra Rujukan
Sebagai undangan, dr. Syafrinawati, MARS, Direktur RSUD Padang Pariaman sekaligus anggota IDI, menyatakan dukungannya terhadap program ini.
“RSUD Padang Pariaman siap menjadi mitra rujukan dari hasil skrining ini. Kami akan memastikan setiap anak dan masyarakat yang memerlukan penanganan lebih lanjut mendapat pelayanan terbaik. Kolaborasi dengan PKK, Dinas Kesehatan, dan IDI akan memperkuat ekosistem layanan kesehatan kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Syafrinawati menambahkan bahwa RSUD tidak hanya fokus pada aspek kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. “Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu kami mendukung penuh setiap gerakan yang melibatkan masyarakat secara langsung,” tambahnya.
Masyarakat Antusias Ikuti Skrining
Kegiatan ini disambut meriah oleh warga Lubuk Alung dan sekitarnya. Ratusan ibu membawa anak-anak mereka untuk diperiksa gizi, tinggi badan, berat badan, serta melakukan tes kesehatan dasar. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya ASI eksklusif, gizi seimbang, serta langkah-langkah pencegahan TB.
Seorang warga, Yuliana, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini.
“Biasanya kalau mau cek kesehatan harus jauh ke puskesmas atau rumah sakit. Hari ini semua bisa dilakukan dekat rumah. Saya juga mendapat penjelasan tentang pola makan anak. Ini sangat bermanfaat,” tuturnya.
Harapan Bersama: Padang Pariaman Sehat, Generasi Kuat
Kegiatan roadshow ini ditutup dengan pembacaan deklarasi bersama untuk melanjutkan skrining secara berkelanjutan di berbagai nagari. Seluruh pihak sepakat menjadikan kesehatan sebagai pondasi pembangunan manusia di Padang Pariaman.
Dengan sinergi TP-PKK, pemerintah daerah, RSUD, dan IDI, Padang Pariaman optimistis bisa menjadi daerah percontohan dalam menurunkan stunting dan mengendalikan TB di Sumatera Barat.
“Jika anak-anak kita sehat, maka masa depan bangsa juga sehat. Dari Padang Pariaman, kita ingin menyumbangkan generasi emas untuk Indonesia 2045,” pungkas Ny. Nita Azis menutup acara.
Wyndoee






