Babinsa Sertu Bastian Bersama Pol PP dan Kasi Trantib Tertibkan PKL di Kawasan Museum Adityawarman

KORAMIL 01 PBU | Babinsa Kelurahan Belakang Tangsi, Sertu Bastian, bersama personel Satpol PP dan Kasi Trantib kelurahan melaksanakan kegiatan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar kawasan Museum Adityawarman, Kecamatan Padang Barat.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban, kebersihan serta keindahan kawasan wisata dan cagar budaya yang menjadi salah satu ikon sejarah di Kota Padang.

Sejak pagi hari, petugas gabungan terlihat menyusuri area sekitar museum hingga sepanjang jalan yang kerap dipadati pedagang kaki lima. Para pedagang yang berjualan di trotoar dan badan jalan diberikan imbauan secara persuasif agar memindahkan lapaknya ke lokasi yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Babinsa Belakang Tangsi, Sertu Bastian, mengatakan bahwa kegiatan penertiban dilakukan secara humanis dengan pendekatan dialog kepada para pedagang.

“Penertiban ini bukan untuk mempersulit masyarakat, tetapi untuk menata kawasan agar lebih tertib, bersih dan nyaman bagi pengunjung maupun masyarakat yang melintas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan sekitar Museum Adityawarman merupakan salah satu pusat kunjungan wisata sejarah di Kota Padang sehingga perlu dijaga kerapian dan ketertibannya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan pemahaman kepada para pedagang mengenai pentingnya mematuhi aturan berjualan agar tidak mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas masyarakat.

Sertu Bastian juga menegaskan bahwa Babinsa selalu siap mendukung pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban wilayah serta menciptakan lingkungan yang tertata rapi.

Kasi Trantib bersama Satpol PP turut mengingatkan para pedagang agar tidak kembali berjualan di lokasi yang dilarang, demi menjaga kenyamanan kawasan wisata dan fasilitas umum.

Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga ketertiban kota tanpa mengabaikan kepentingan para pedagang kecil.

Sinergi antara Babinsa, Satpol PP, dan aparatur kelurahan menjadi contoh nyata kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kota Padang.

Dengan pendekatan yang persuasif dan humanis, penertiban berjalan lancar dan para pedagang pun memahami tujuan dari penataan kawasan tersebut.

Wyndoee

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *