POLDA SUMBAR | Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin menjelang siang memicu banjir di sejumlah kawasan. Debit air yang meningkat dalam waktu singkat membuat permukiman warga di beberapa titik terendam sehingga proses evakuasi harus segera dilakukan.
Merespons kondisi tersebut, Satbrimob Polda Sumbar mengerahkan 71 personel SAR yang dibagi ke dalam lima tim. Penempatan personel difokuskan pada lokasi yang mengalami genangan cukup tinggi dan membutuhkan penanganan cepat.
Di Kampung Lapau Munggu Guo, Kecamatan Kuranji, sebanyak 10 personel melaksanakan penyisiran untuk membantu warga keluar dari kawasan yang terdampak banjir serta memastikan tidak ada masyarakat yang masih terjebak di rumah.
Lokasi dengan kekuatan personel terbesar berada di Air Pacah, Kota Padang. Sebanyak 28 personel yang terbagi dalam dua tim diterjunkan karena kawasan tersebut mengalami genangan yang cukup luas sehingga membutuhkan jangkauan evakuasi lebih besar.
Operasi SAR juga berlangsung di kawasan Jalan DPR Ujung Dadok, Tunggul Hitam, dengan melibatkan 18 personel. Tim melakukan evakuasi, pemantauan kondisi lingkungan, dan membantu mobilitas warga di tengah genangan.
Sementara di Perumahan Villa Bukit Gading III, Sungai Sapih, sebanyak 15 personel disiagakan untuk melakukan penyelamatan dan membantu proses evakuasi warga dari rumah-rumah yang terdampak banjir.
Dalam pelaksanaan operasi, personel menggunakan perahu karet, pelampung, helm SAR, tali penyelamatan, alat komunikasi, serta kendaraan operasional. Peralatan tersebut menjadi sarana utama untuk menjangkau lokasi yang tidak dapat dilalui kendaraan biasa.
Hingga Senin malam, proses evakuasi masih terus berlangsung di seluruh titik penugasan. Personel tetap bersiaga mengikuti perkembangan tinggi muka air dan kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah.
Operasi kemanusiaan ini difokuskan pada penyelamatan warga serta membantu masyarakat melewati kondisi darurat akibat banjir. Setiap tim bekerja sesuai sektor masing-masing agar proses evakuasi berlangsung lebih efektif dan menjangkau seluruh lokasi terdampak.
Banjir kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Keselamatan warga menjadi prioritas utama, sementara koordinasi antarinstansi dan kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas sangat diperlukan agar penanganan bencana dapat berlangsung cepat, aman, dan efektif.
Katim RMO Group | Wyndoee








