Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy Tegaskan Semangat Polri untuk Masyarakat Saat Resmikan Jembatan di Sungai Buluh Barat

POLDA SUMBAR, PADANG PARIAMAN | Sebuah jembatan bukan sekadar bentangan penghubung dua sisi jalan. Bagi masyarakat, keberadaannya dapat berarti lebih mudah menuju sekolah, tempat kerja, fasilitas pelayanan, hingga memperlancar aktivitas ekonomi sehari-hari. Semangat itulah yang terasa dalam peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah Sungai Buluh Barat, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (13/8/2026).

Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. memimpin langsung peresmian tersebut, didampingi Direktur Samapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sumbar, serta Kapolres Padang Pariaman. Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan terhubung secara virtual melalui Zoom bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dari Sungai Buluh Barat, jajaran Polda Sumbar mengikuti rangkaian peresmian program Jembatan Merah Putih Presisi secara nasional. Momentum tersebut memperlihatkan bagaimana institusi Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

Dalam kegiatan virtual, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaporkan kepada Presiden bahwa Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 wilayah Polda. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses yang lebih baik bagi masyarakat di berbagai daerah.

Pembangunan dan revitalisasi jembatan itu sekaligus mencerminkan semangat gotong royong. Sumber daya yang dimiliki Polri diarahkan untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan akses penghubung untuk menunjang mobilitas dan kegiatan sehari-hari.

Bagi warga Sungai Buluh Barat dan sekitarnya, jembatan yang diresmikan tersebut diharapkan bukan hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi aktivitas sosial dan ekonomi. Akses yang semakin mudah dapat membantu masyarakat bergerak lebih cepat, membawa hasil usaha, menjangkau fasilitas umum, maupun menjalankan berbagai keperluan keluarga.

Usai rangkaian kegiatan virtual, Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy secara langsung melakukan pemotongan pita sekitar pukul 11.15 WIB. Prosesi tersebut menjadi penanda resmi beroperasinya Jembatan Merah Putih Presisi di Sungai Buluh Barat, Padang Pariaman.

Didampingi Dirsamapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas, kehadiran Kapolda Sumbar dalam peresmian tersebut memperkuat pesan bahwa pelayanan Polri tidak berhenti pada aspek keamanan dan penegakan hukum. Polri juga terus mendorong kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Semangat Polri untuk masyarakat terlihat dari bagaimana program tersebut diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Jembatan yang kini hadir di Sungai Buluh Barat diharapkan menjadi penghubung yang memperlancar mobilitas sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi akhirnya bukan hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi simbol kehadiran negara melalui kerja nyata. Dari sebuah jembatan sederhana, tersimpan harapan agar perjalanan warga semakin mudah, kegiatan ekonomi semakin lancar, dan manfaat pengabdian Polri benar-benar sampai ke tengah masyarakat di Sungai Buluh Barat dan wilayah sekitarnya.

Katim RMO Group | Wyndoee

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *