Rehabilitasi Tebing Sungai Parak Karakah, Transparansi dan Kualitas Jadi Sorotan Positif

Padang | Pembangunan infrastruktur pengaman tebing sungai di Kelurahan Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang kini tengah berlangsung. Proyek yang dibiayai melalui APBD Kota Padang Tahun 2025 ini dikerjakan oleh CV. Fayeza Success dengan pengawasan CV. Gama Citra Consultant, serta berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang.

Nilai kontrak proyek tercatat sebesar Rp197.350.000, dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender. Meski tergolong proyek kecil dalam skala anggaran infrastruktur, namun perannya sangat vital karena menyangkut keselamatan ratusan warga yang tinggal di bantaran sungai.

Investigasi Lapangan: Progres Positif, Pekerja Disiplin

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan pengerjaan proyek berjalan teratur dan sistematis. Pondasi batu belah mulai disusun rapi, adukan semen dibuat sesuai standar campuran, dan pekerja lapangan terlihat disiplin mengikuti arahan mandor.

Investigasi lapangan juga menemukan bahwa kontraktor menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas. Pekerja menggunakan helm dan sepatu bot, sementara area rawan longsor diberi tanda pembatas. Hal ini jarang ditemui pada proyek berskala kecil di daerah.

“Keselamatan dan kualitas adalah kunci. Kami tidak ingin pekerjaan ini asal selesai, tapi harus memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegas Direktur CV. Fayeza Success.

Transparansi Anggaran dan Pengawasan Ketat

Salah satu temuan investigasi yang patut diapresiasi adalah transparansi penggunaan anggaran. Papan informasi proyek terpampang jelas di lokasi, menampilkan nilai kontrak, sumber dana, nama kontraktor, konsultan, hingga lama pengerjaan.

Langkah ini menunjukkan kepatuhan kontraktor dan pemerintah terhadap UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Selain itu, peran CV. Gama Citra Consultant sebagai konsultan pengawas juga sangat kentara. Hampir setiap hari ada petugas konsultan di lapangan yang mengawasi tahapan pekerjaan, memastikan kualitas sesuai dengan spesifikasi teknis.

“Kami menjaga agar setiap tahap konstruksi sesuai standar, mulai dari pemilihan material hingga penyusunan pondasi. Tidak boleh ada kompromi dalam kualitas,” ungkap salah seorang pengawas lapangan.

Respons Masyarakat: Rasa Aman Mulai Hadir

Investigasi juga menggali suara warga setempat. Syafrianto (52), tokoh masyarakat Parak Karakah, menuturkan bahwa proyek ini sudah lama dinanti.

“Setiap musim hujan, kami selalu waswas karena dinding tebing di dekat rumah mulai rapuh. Dengan adanya proyek ini, ada harapan besar kami bisa tidur lebih nyenyak tanpa takut longsor,” katanya.

Beberapa warga lain mengaku ikut menjaga lingkungan sekitar proyek agar tidak ada gangguan. Kehadiran pembangunan membuat mereka merasa lebih diperhatikan oleh pemerintah.

Suara Pekerja Lapangan: “Kami Bangga Bisa Ikut Jaga Keselamatan Warga”

Tidak hanya dari kontraktor, konsultan, dan masyarakat, investigasi juga menyoroti suara para pekerja lapangan.

Andi (37), salah seorang pekerja, mengaku bangga bisa terlibat dalam proyek ini.
“Kerja memang berat, tapi kami sadar manfaatnya besar. Apa yang kami bangun ini nantinya akan melindungi rumah-rumah warga. Itu jadi penyemangat bagi kami setiap hari,” ucapnya sambil mengatur batu belah di pinggir sungai.

Sementara itu, Fahmi (29), pekerja lainnya, menambahkan bahwa suasana kerja di lapangan cukup kondusif.
“Mandor tegas tapi adil, alat pelindung kerja disiapkan, dan gaji dibayar tepat waktu. Kami merasa dihargai, itu jarang terjadi di proyek kecil,” tuturnya.

Testimoni ini memperlihatkan bahwa proyek tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memberi nilai sosial berupa pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Komitmen Pemerintah: Infrastruktur untuk Keselamatan

Kepala Dinas PUPR Kota Padang menjelaskan bahwa proyek rehabilitasi tebing ini merupakan bagian dari Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA).

“Pemerintah berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang melindungi masyarakat dari risiko bencana. Tebing sungai yang kokoh akan mengurangi ancaman banjir maupun longsor. Ini investasi keselamatan, bukan sekadar pembangunan fisik,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan atau gedung, melainkan juga infrastruktur mitigasi bencana yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Harapan Besar di Balik Proyek

Investigasi ini menunjukkan bahwa meski proyek masih berjalan, ada indikasi kuat bahwa kontraktor bekerja profesionalpengawasan ketat, serta dukungan penuh masyarakat.

Jika selesai sesuai jadwal, proyek Rp197 juta ini akan menjadi contoh bagaimana sinergi pemerintah, kontraktor, konsultan, pekerja, dan warga dapat menghadirkan pembangunan yang bukan hanya fisik, tetapi juga menyelamatkan nyawa.

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *