Dharmasraya, Sumbar | Rabu (24/9/2025) menjadi hari yang penuh semangat di kawasan Batanghari, Sumatera Barat. Di tengah teriknya matahari, beberapa papan proyek berdiri tegak di pinggir saluran irigasi, menjadi penanda adanya pekerjaan besar yang sedang berjalan. Proyek ini bukan sekadar pembangunan biasa, melainkan peningkatan jaringan irigasi Batanghari Paket II dengan nilai kontrak mencapai Rp13,229 miliar.
Pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Jaya Vista Group dengan masa kontrak 210 hari kalender, serta ditambah 365 hari masa pemeliharaan. Proyek ini berada di bawah kendali Balai Wilayah Sungai (BWS) V Padang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.
Transparansi yang Patut Dicontoh
Papan informasi proyek yang terpasang jelas menunjukkan komitmen keterbukaan pemerintah. Semua data mulai dari nomor kontrak, tanggal pelaksanaan, nilai kontrak, hingga nama kontraktor ditulis lengkap. Transparansi ini memberi ruang bagi masyarakat untuk mengetahui secara langsung pekerjaan yang tengah berlangsung dan menjadi bentuk akuntabilitas pemerintah dalam mengelola anggaran negara.
Di salah satu titik, juga dipasang plang teknis saluran sekunder yang berfungsi sebagai panduan pengaturan air ke lahan sawah. Walaupun masih ada kolom data yang perlu diisi petugas, keberadaan papan ini menjadi bukti bahwa distribusi air nantinya akan diatur secara profesional dan dapat dipantau oleh masyarakat maupun petani penerima manfaat.
Harapan Baru untuk Petani
Selama ini, petani di Batanghari kerap menghadapi persoalan klasik: ketersediaan air yang tidak menentu, terutama pada musim kemarau. Dengan adanya peningkatan jaringan irigasi, persoalan itu diharapkan bisa teratasi. Air dari saluran utama akan mengalir lebih lancar ke saluran sekunder dan tersier, lalu diteruskan ke petak-petak sawah milik petani.
“Kalau air lancar, panen kami bisa lebih terjamin. Kami sangat mendukung pembangunan ini,” ujar seorang petani yang ditemui di sekitar lokasi proyek. Ia menambahkan, banyak petani di Batanghari yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil padi, sehingga keberadaan irigasi yang baik benar-benar menjadi kebutuhan utama.
Kinerja Baik BWS V dan Kontraktor
Langkah BWS V Padang membawa proyek bernilai besar ini ke daerah membuktikan kepedulian pemerintah pusat terhadap daerah irigasi Batanghari. Program ini juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Sumatera Barat.
Sementara itu, CV. Jaya Vista Group sebagai kontraktor pelaksana juga dinilai bekerja sesuai prosedur. Mereka sudah menurunkan tenaga dan peralatan ke lapangan, memastikan pekerjaan berlangsung tepat waktu. Selain itu, dengan adanya masa pemeliharaan selama satu tahun penuh, masyarakat bisa merasa lebih tenang karena hasil pembangunan akan terus dijaga kualitasnya.
Investasi untuk Generasi Mendatang
Lebih dari sekadar proyek fisik, peningkatan jaringan irigasi Batanghari adalah investasi jangka panjang. Infrastruktur irigasi yang baik akan memperkuat ketahanan pangan, mendukung peningkatan hasil pertanian, serta membantu petani menghadapi tantangan iklim dan cuaca ekstrem.
“Ini bukan hanya soal beton atau saluran air, tapi tentang masa depan petani Batanghari dan ketahanan pangan kita bersama,” kata seorang tokoh masyarakat saat ditemui di lokasi proyek.
Penutup
Hari ini, Rabu 24 September 2025, masyarakat Batanghari menyaksikan bagaimana negara hadir melalui sebuah proyek besar. Dengan anggaran Rp13,2 miliar, pemerintah bersama BWS V Padang dan kontraktor berusaha memastikan air irigasi bisa mengalir lancar hingga ke sawah. Harapan petani kini semakin besar: sawah subur, panen berlimpah, dan kesejahteraan meningkat.
TIM






