PADANG | Lurah Koto Panjang Ikur Koto, Doni MS, S.AP, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Tabligh Akbar bertajuk “KPIK Bangkit Pasca Bencana” yang digelar Komunitas Peduli Islam Koto Tangah (KPIK). Kegiatan keagamaan ini dinilai menjadi ruang penting pemulihan batin masyarakat yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana di wilayah Koto Tangah, Kota Padang.
Tabligh Akbar yang dijadwalkan berlangsung Sabtu, 31 Januari 2026, di Kampung Apa Lubuk Rayo, Koto Panjang Ikur Koto, bukan sekadar agenda seremonial. Bagi Lurah Doni MS, kehadiran kegiatan keagamaan di tengah kawasan terdampak bencana adalah kebutuhan mendesak yang menyentuh sisi terdalam kehidupan warga.
“Pasca bencana, yang terdampak bukan hanya rumah, jalan, atau fasilitas umum. Yang paling berat justru luka batin dan mental masyarakat. Karena itu, Tabligh Akbar KPIK ini kami nilai sangat penting dan patut diapresiasi,” ujar Doni MS, S.AP.
Menurut Doni MS, dakwah yang hadir langsung di tengah masyarakat yang sedang diuji memberi kekuatan moral yang tidak tergantikan. Pesan-pesan keimanan, kesabaran, dan tawakal diyakini mampu meredam kecemasan serta menguatkan kembali semangat hidup warga.
Tabligh Akbar ini menghadirkan Abuya Zulkifli Muhammad Ali, ulama kharismatik yang dikenal luas dengan dakwahnya yang lugas, tegas, dan menyentuh relung hati umat. Kehadiran Abuya di wilayah yang masih menyimpan jejak kerusakan menjadi simbol kuat bahwa dakwah harus hadir di saat umat sedang terpuruk.
Lurah Doni MS menilai, kehadiran ulama di lokasi terdampak bencana memberi pesan moral yang sangat dalam. Warga tidak hanya mendengar ceramah, tetapi merasakan langsung perhatian, kepedulian, dan empati dari para tokoh agama.
“Ketika ulama datang ke tempat warga sedang berjuang bangkit, itu memberi pesan bahwa masyarakat tidak sendiri. Ini sangat membantu proses pemulihan psikologis dan spiritual,” ungkap Doni.
Dengan latar puing bangunan dan lingkungan yang masih berproses pulih, Tabligh Akbar KPIK menjadi ruang muhasabah kolektif. Jamaah diajak memahami bahwa musibah bukan akhir segalanya, melainkan ujian yang harus dihadapi dengan iman, kesabaran, serta kebersamaan.
Lurah Doni MS juga menyoroti peran KPIK sebagai mitra sosial dan keagamaan yang aktif di tengah masyarakat. Menurutnya, pendekatan dakwah yang humanis dan langsung menyentuh warga sangat dibutuhkan dalam fase pemulihan pascabencana.
“Pembangunan pascabencana tidak cukup hanya fisik. Pembangunan jiwa dan iman masyarakat juga harus berjalan seiring. Dan KPIK telah mengambil peran penting dalam hal itu,” tegasnya.
Panitia KPIK menjelaskan bahwa Tabligh Akbar ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Selain sebagai sarana dakwah, kegiatan ini juga dirancang untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antarwarga yang sempat terpecah oleh situasi darurat bencana.
Tema “Bangkit Pasca Bencana” menjadi ruh utama kegiatan. Dakwah yang disampaikan mengajak masyarakat agar tidak larut dalam kesedihan, tetapi menjadikan musibah sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lebih dari itu, Tabligh Akbar ini juga membawa pesan kemanusiaan yang kuat. Lurah Doni MS menilai kegiatan ini mendorong lahirnya kembali empati, kepedulian, dan semangat gotong royong—nilai-nilai sosial yang menjadi kekuatan masyarakat Koto Tangah.
Pemilihan Kampung Apa Lubuk Rayo sebagai lokasi kegiatan dinilai tepat. Wilayah ini menjadi saksi nyata dampak bencana, sekaligus simbol bahwa dari tempat yang terluka, harapan dan doa dapat kembali dipanjatkan bersama.
Lurah Doni MS mengimbau masyarakat untuk hadir dan mengikuti Tabligh Akbar dengan tertib dan khusyuk. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga untuk menguatkan iman, menata kembali hati, dan melangkah bersama menuju kebangkitan.
Melalui Tabligh Akbar “KPIK Bangkit Pasca Bencana”, dari Lubuk Rayo dikumandangkan dakwah harapan—menegaskan bahwa di balik setiap musibah, selalu ada jalan menuju cahaya, kekuatan batin, dan masa depan yang lebih baik.
TIM RMO






