KORAMIL 01 PBU | Dalam rangka menjaga kekhusyukan ibadah puasa masyarakat, Babinsa Kelurahan Belakang Tangsi, Sertu Bastian, melaksanakan giat penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan makanan dan minuman pada siang hari selama bulan Ramadhan di wilayah binaannya.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian aparat kewilayahan terhadap suasana religius yang tengah dijalani umat Muslim. Penertiban berlangsung dengan pendekatan persuasif, tanpa tindakan represif, serta mengedepankan komunikasi yang santun dan penuh empati.
Sertu Bastian turun langsung menyapa para pedagang satu per satu. Ia menyampaikan imbauan agar aktivitas penjualan makanan siap santap dapat menyesuaikan waktu, terutama menjelang berbuka puasa, demi menghormati warga yang sedang menjalankan ibadah.
Menurutnya, Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang harus dijaga bersama. Kehadiran Babinsa di lapangan bukan untuk menghalangi rezeki masyarakat, melainkan untuk menciptakan suasana yang tertib, nyaman, dan saling menghormati.
Dalam dialog tersebut, Sertu Bastian juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar lokasi berjualan, agar tidak menimbulkan kesan kumuh dan tetap mencerminkan nilai-nilai kedisiplinan serta kepedulian sosial.
Beberapa pedagang menyampaikan apresiasi atas cara pendekatan yang dilakukan Babinsa. Mereka merasa dihargai karena diberikan penjelasan dengan baik dan tidak langsung ditegur secara keras.
Penyesuaian jam operasional pun menjadi solusi bersama. Para PKL sepakat untuk mulai membuka lapak menjelang sore hari, sehingga tetap bisa mencari nafkah tanpa mengganggu kekhusyukan warga yang berpuasa.
Situasi wilayah Belakang Tangsi selama kegiatan berlangsung tetap aman dan kondusif. Masyarakat sekitar juga mendukung langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum di bulan suci.
Plh Danramil 01 PBU Kapten Arm Junardy dalam keterangannya menegaskan bahwa seluruh Babinsa di jajaran Koramil 01 PBU terus aktif melaksanakan pembinaan teritorial selama Ramadhan, termasuk melalui giat-giat yang menyentuh langsung kehidupan sosial masyarakat.
“Penertiban ini bukan soal melarang, tetapi mengatur dengan pendekatan humanis. Babinsa hadir untuk menjaga harmoni dan menjadi jembatan komunikasi antara aturan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Kapten Arm Junardy.
Ia menambahkan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum memperkuat nilai toleransi, saling menghormati, serta meningkatkan kepedulian terhadap ketertiban lingkungan.
Melalui giat penertiban ini, diharapkan tercipta keseimbangan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan suasana religius yang kondusif, sehingga Ramadhan di wilayah Koramil 01 PBU dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keberkahan.
Wyndoee






