PADANG PARIAMAN | Pembangunan jaringan irigasi sekunder di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dengan nilai anggaran Rp9.580.510.000,00, diharapkan tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur semata. Bagi masyarakat, keberadaan jaringan irigasi yang baik berkaitan langsung dengan kelancaran pengairan lahan pertanian, produktivitas petani, dan keberlanjutan ketahanan pangan di daerah.
Salah seorang warga Batang Anai yang meminta namanya tidak dipublikasikan menyambut baik pembangunan tersebut. Ia berharap setelah pekerjaan selesai, sistem pengairan dapat berfungsi optimal dan benar-benar membantu masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
“Kami tentu berharap irigasi ini nantinya bisa membuat pengairan ke lahan pertanian lebih lancar. Kalau air tersedia dengan baik, petani tentu lebih mudah mengolah lahan dan hasil pertanian juga diharapkan semakin baik,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan warga lainnya. Menurutnya, masyarakat tidak hanya melihat nilai anggaran, tetapi lebih menunggu hasil akhir pembangunan yang dapat digunakan dalam jangka panjang. Karena itu, kualitas pekerjaan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan sejak proses pelaksanaan hingga proyek selesai.
“Yang kami harapkan sederhana, pekerjaannya bagus dan bisa bertahan lama. Infrastruktur ini dibangun untuk masyarakat, jadi jangan sampai setelah selesai justru cepat rusak. Kami berharap semua pihak ikut mengawasi agar hasilnya benar-benar sesuai kebutuhan,” katanya.
Perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan proyek juga menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap pembangunan. Terlebih, proyek tersebut menggunakan anggaran negara dengan nilai miliaran rupiah. Setiap pekerjaan diharapkan dilaksanakan sesuai kontrak, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang berlaku, termasuk dalam penggunaan material timbunan yang menjadi bagian penting dari pekerjaan konstruksi.
Mengenai penggunaan material berupa tanah clay dan tanah cadas, warga berharap hal tersebut tidak menjadi persoalan selama material yang digunakan memang sesuai dengan kebutuhan teknis pekerjaan dan diperoleh dari sumber yang sah. Bagi masyarakat, yang terpenting adalah adanya kejelasan mengenai material yang digunakan agar pembangunan berjalan baik dan hasilnya dapat bertahan lama.
“Kalau memang material itu sesuai untuk kebutuhan proyek dan sumbernya jelas, tentu kami mendukung. Kami hanya berharap semuanya terbuka dan pekerjaannya benar-benar bagus, karena yang menggunakan nantinya juga masyarakat,” ujar salah seorang warga.
Warga lainnya menilai pembangunan irigasi merupakan kebutuhan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama petani. Karena itu, perhatian terhadap material maupun proses pekerjaan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar infrastruktur yang dibangun dengan anggaran negara tersebut benar-benar memberikan manfaat.
“Harapan kami, proyek ini selesai dengan baik dan bisa dipakai dalam waktu lama. Kalau ada material yang digunakan, tentu kami berharap semuanya sesuai aturan dan kebutuhan pekerjaan. Yang penting hasil akhirnya bisa dirasakan petani,” katanya.
Eka Hendra Irawan, S.T., M.T., selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II pada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, mengatakan pembangunan tersebut pada akhirnya harus bermuara pada manfaat yang dirasakan masyarakat, khususnya petani.
“Yang paling penting adalah bagaimana jaringan irigasi ini nantinya benar-benar bisa membantu petani. Kami memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai kontrak dan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan. Perhatian masyarakat juga penting, karena infrastruktur yang dibangun ini nantinya akan digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama para petani di Padang Pariaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan jaringan irigasi bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas pertanian dan ketersediaan pangan. Karena itu, masyarakat berharap proyek tersebut dapat diselesaikan dengan baik, sementara pengawasan dari BWS Sumatera V Padang dan pihak terkait terus dilakukan secara berkelanjutan agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.
Dengan nilai proyek Rp9,58 miliar, masyarakat kini menunggu hasil nyata dari pembangunan jaringan irigasi sekunder Batang Anai. Harapannya, saluran yang dibangun dapat berfungsi sebagaimana mestinya, membantu kebutuhan air pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, dan pada akhirnya memberi manfaat langsung bagi kehidupan petani serta masyarakat Padang Pariaman.
Katim RMO Group | Wyndoee








