LAPAS II A PADANG | Masa pidana bukan akhir dari perjalanan hidup seorang warga binaan. Justru di balik tembok Pemasyarakatan, keterampilan dan kepercayaan diri perlu dipersiapkan agar ketika kembali ke tengah keluarga, mereka memiliki bekal untuk menata masa depan. Semangat itulah yang dibawa Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Padang Ronaldo Devinci Talesa dalam penguatan sinergi pengembangan program vokasi bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah jajaran Pemasyarakatan Sumatera Barat dalam mempersiapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPVP. Kerja sama itu diarahkan untuk membuka akses pelatihan berbasis kompetensi bagi warga binaan di berbagai UPT Pemasyarakatan Sumatera Barat.
Bagi Ronaldo, pembinaan yang baik tidak cukup hanya membekali warga binaan selama berada di dalam lapas. Ada tanggung jawab yang lebih jauh, yakni memastikan mereka memiliki kemampuan yang dapat digunakan ketika masa pidana selesai dan pintu kembali ke masyarakat terbuka.
Karena itu, pengembangan vokasi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun pembinaan yang produktif. Warga binaan diberikan kesempatan untuk mengenali potensi diri, mempelajari keterampilan baru dan meningkatkan kompetensi yang memiliki nilai guna di dunia kerja maupun kegiatan usaha.
Dalam kunjungan dan pembahasan bersama BPVP, berbagai peluang kerja sama turut dibicarakan. Mulai dari pelatihan berbasis kebutuhan dunia kerja, peningkatan kompetensi hingga pengembangan keterampilan yang dapat disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan warga binaan.
Ronaldo Devinci Talesa menilai keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi modal penting untuk membangun kembali kehidupan mereka. Sebab, ketika seseorang memiliki kemampuan dan kepercayaan diri, peluang untuk menjalani kehidupan yang produktif setelah bebas juga semakin terbuka.
“Melalui pelatihan yang tepat dan berkelanjutan, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Kerja sama dengan BPVP juga diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi satu UPT. Dengan sinergi yang semakin kuat, akses terhadap pelatihan vokasi berkualitas dapat diperluas sehingga semakin banyak warga binaan di Sumatera Barat yang memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensinya.
Di sisi lain, pembinaan berbasis keterampilan juga menjadi jembatan antara kehidupan di dalam lapas dengan kehidupan setelah bebas. Warga binaan tidak hanya diarahkan untuk menjalani masa pidana, tetapi juga dipersiapkan agar mampu kembali menjadi bagian dari masyarakat secara positif, mandiri dan produktif.
Pada akhirnya, kunjungan ke BPVP Padang membawa pesan sederhana namun penting: pembinaan harus menyiapkan masa depan. Melalui penguatan vokasi dan kerja sama lintas lembaga, Ronaldo Devinci Talesa bersama jajaran Pemasyarakatan mendorong agar warga binaan kelak tidak hanya keluar dengan status bebas, tetapi juga membawa keterampilan, harapan dan kesempatan untuk membuka lembaran hidup yang lebih baik.
Katim RMO Group | Wyndoee








