Pd. Pariaman | Suasana khidmat bercampur haru mewarnai halaman Ponpes Darul Ikhlas, Surau Lubuak, Sarang Gagak, Kabupaten Padang Pariaman, ketika Kapolda Sumbar Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA secara resmi melepas keberangkatan jamaah umroh, Selasa malam.
Ratusan jamaah bersama keluarga tampak memenuhi area pondok pesantren. Tangis haru, doa, dan pelukan perpisahan menandai langkah awal mereka menuju Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah yang menjadi impian setiap muslim.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol, Dir Binmas Polda Sumbar, Kapolres Padang Pariaman, Kabag Kesra Gubernur Sumbar, hingga Dandim Padang Pariaman. Kehadiran para pejabat daerah menambah khidmat pelepasan, memperlihatkan betapa pentingnya momen ini bagi masyarakat Sumatera Barat.
Pesan Kapolda: Syukur, Sabar, dan Ikhlas
Dalam sambutannya, Kapolda Sumbar menyampaikan bahwa kesempatan menunaikan umroh adalah anugerah besar yang patut disyukuri. Ia mengingatkan jamaah agar menjaga niat, menahan diri, serta selalu sabar dalam menghadapi tantangan di Tanah Suci.
“Kunci utama adalah syukur, jaga kesehatan, dan sabar. Di sana nanti akan ada banyak tantangan, terutama karena jumlah jamaah cukup besar. Maka, kesabaran sangat diperlukan agar ibadah dapat berjalan khusyuk dan penuh makna,” ucap Kapolda.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kekompakan dalam kelompok. Jamaah yang berangkat dibagi dalam rombongan berisi 45 hingga 65 orang dengan seorang ketua kelompok. Kapolda meminta agar komunikasi dijaga, terutama untuk jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah umroh.
“Jangan ragu menyampaikan jika ada kendala, seperti sakit atau kelelahan. Di sana tersedia kursi roda, bahkan motor listrik, yang bisa digunakan untuk membantu jamaah,” tambahnya.
Jaga Pola Makan dan Fisik
Kapolda tidak lupa menyinggung hal sederhana yang kerap terlupakan: pola makan. Dengan hidangan yang melimpah di hotel atau jamuan, jamaah sering kali terlena. Padahal, menjaga fisik menjadi syarat utama agar ibadah berjalan lancar.
“Tawaf saja membutuhkan waktu dua jam. Jika kondisi fisik tidak prima, ibadah bisa terganggu. Karena itu, jagalah pola makan, jangan berlebihan, dan pastikan tubuh tetap bugar,” pesannya.
Harapan dan Doa
Pelepasan ini tidak hanya formalitas, melainkan momen spiritual yang sarat makna. Acara ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon agar jamaah diberi kelancaran, kesehatan, serta keselamatan sejak berangkat hingga kembali ke tanah air.
Kapolda Sumbar juga menitipkan pesan agar para jamaah pulang membawa keberkahan, serta menjadi pribadi yang lebih taat dan bermanfaat bagi lingkungan.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Semoga ibadah ini menjadi momen berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan semoga pulang kembali ke tanah air dengan selamat, membawa berkah dan kemabruran,” tutupnya.
Suasana Haru Keluarga
Di sela acara, keluarga jamaah terlihat menitikkan air mata. Bagi sebagian besar jamaah, ini adalah perjalanan pertama ke Tanah Suci. Tak sedikit anak-anak kecil yang memeluk erat orang tuanya sebelum melepas keberangkatan.
Seorang jamaah, H. Rizal (57), mengaku bersyukur karena akhirnya bisa memenuhi panggilan Allah SWT setelah bertahun-tahun menabung. “Kami sangat berterima kasih atas doa dan perhatian Kapolda serta jajaran. InsyaAllah doa beliau menjadi penyemangat kami dalam menjalani ibadah,” ujarnya.
Momentum Kebersamaan Umat
Pelepasan ini sekaligus menjadi bukti kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Tidak hanya sekadar acara seremonial, namun juga wujud kepedulian dan perhatian pimpinan daerah terhadap warganya.
TIM






