KORAMIL 01 PBU | Intensitas hujan yang tinggi mengguyur Kota Padang sejak tadi malam membuat wilayah Ujung Gurun masuk dalam kategori rawan banjir. Kondisi tersebut langsung direspons cepat oleh Babinsa Koramil 01 Padang Barat-Utara (PBU) Serka Syafrijal dengan melakukan pemantauan langsung ke aliran Sungai Banda Bakali sebagai titik kritis yang berpotensi meluap sewaktu-waktu.
Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan kondisi debit air tetap terkendali serta menghindari terjadinya kejadian tak terduga yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. Kehadiran Babinsa Serka Syafrijal di lokasi menjadi langkah antisipatif sekaligus menunjukkan peran nyata TNI dalam pengamanan lingkungan dan mitigasi bencana.
Menurut informasi di lapangan, intensitas hujan lebat telah meningkatkan debit air sungai secara signifikan. Jika curah hujan terus meningkat, ancaman luapan menuju permukiman warga tidak dapat dikesampingkan. Karena itu, pemantauan berkala dilakukan sebagai langkah preventif agar tindakan cepat dapat digerakkan kapan saja bila situasi memburuk.
Babinsa Serka Syafrijal menyampaikan bahwa monitoring bukan hanya sekadar melihat kondisi air, namun juga membaca dinamika lokasi, memeriksa drainase, serta memastikan tidak adanya hambatan aliran yang dapat memicu luapan tiba-tiba. Hal ini sejalan dengan semangat tanggap bencana yang terus disiapkan Koramil 01/PBU.
Danramil 01/PBU Mayor Kav Sukri memberikan apresiasi terhadap kesigapan Babinsa dalam memantau situasi di wilayah binaan. “Setiap prajurit wajib berada bersama rakyat, terutama saat kondisi mengancam keamanan lingkungan. Pemantauan aliran sungai ini adalah bentuk kesiapsiagaan TNI agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wadanramil Kapten Arm Junardy menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem akhir-akhir ini perlu menjadi perhatian semua pihak. “Kami memastikan seluruh Babinsa Koramil 01/PBU tetap waspada, mengawasi potensi bencana, dan melaporkan setiap perkembangan untuk mempercepat langkah penanganan apabila diperlukan,” ujarnya.
Selain monitoring sungai, Babinsa juga terus menjalin komunikasi dengan RT, RW, hingga tokoh masyarakat agar informasi perubahan situasi dapat diterima dan disampaikan secara cepat. Kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat respons jika evakuasi ataupun langkah pengamanan harus dilakukan.
Masyarakat sekitar pun mengapresiasi keberadaan Babinsa yang berjaga dan memantau perkembangan debit air dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut memunculkan rasa aman di tengah kekhawatiran warga menghadapi cuaca yang tak menentu.
Koramil 01/PBU memastikan bahwa pemantauan akan terus dilakukan hingga cuaca kembali stabil. Kewaspadaan penuh tetap diberlakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat di Kelurahan Ujung Gurun dan wilayah sekitarnya.
Koramil menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan prioritas utama. Seluruh komponen wilayah diminta tetap tenang namun waspada, serta segera menghubungi aparat jika menemukan tanda-tanda kenaikan debit air atau gangguan lain yang berpotensi menimbulkan bencana.
Catatan Redaksi:
Kegiatan monitoring Babinsa ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan TNI AD dalam membantu masyarakat menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Publik diimbau tetap mengikuti informasi resmi dan mengutamakan keselamatan selama cuaca ekstrem berlangsung.
WYNDOEE






