Normalisasi Sungai dan Penguatan Tebing Jadi Fokus BWS V, Dukung Keselamatan Warga Solok

KAB. SOLOK | Banjir yang menerjang Batang Imang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, menyisakan dampak serius bagi puluhan rumah dan permukiman di tepi sungai. Di tengah kondisi itu, kinerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V menjadi tumpuan harapan warga, terutama dalam upaya normalisasi sungai dan penguatan tebing untuk mencegah bencana berulang, Senin 15 Desember 2025.

Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menegaskan bahwa pengawalan APBN terhadap program penanganan banjir harus berjalan ketat. “BWS Sumatera V sedang bergerak cepat. Alat berat sudah dikerahkan, bronjong dipasang untuk pengaman tebing, dan ini semua bukti bahwa kinerja mereka nyata di lapangan,” ujar Zigo saat meninjau lokasi, Senin (15/12/2025).

Menurut Zigo, persoalan banjir tidak bisa hanya diatasi melalui bantuan darurat. “Kita perlu intervensi struktural berkelanjutan. BWS Sumatera V memegang peran kunci dalam menerjemahkan program nasional bidang sumber daya air menjadi perlindungan langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Berdasarkan laporan tim di lapangan, banjir Batang Imang telah menghanyutkan 11 rumah dan merusak 27 rumah lainnya. Banyak permukiman berada di sempadan sungai yang rawan terdampak banjir berulang. BWS Sumatera V menanggapi kondisi ini dengan menormalisasi alur sungai dan memperkuat tebing yang rawan longsor.

Wakil Bupati Solok, Candra, menekankan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh langkah BWS Sumatera V. “Kami siap menyiapkan data teknis, lahan relokasi, dan koordinasi lintas instansi. Dengan dukungan BWS Sumatera V dan pengawalan Komisi V DPR RI, program ini dapat berjalan cepat, tepat, dan aman bagi warga,” jelas Candra.

Selain langkah darurat, BWS Sumatera V juga menyusun program permanen untuk tahun berikutnya. Normalisasi sungai, pemasangan bronjong, dan pengamanan alur sungai menjadi prioritas, agar risiko banjir di Kabupaten Solok dapat diminimalkan secara jangka panjang.

Di tengah hujan deras yang masih mengguyur, pengerahan alat berat dan pemasangan bronjong oleh BWS Sumatera V terlihat masif. Aktivitas itu menarik perhatian warga yang sebelumnya cemas terhadap luapan air sungai. Kehadiran mereka memberi rasa aman dan memperlihatkan kinerja nyata di lapangan.

Pemkab Solok mempercepat inventarisasi wilayah rawan banjir, penataan permukiman, dan koordinasi dengan DPRD serta instansi teknis agar seluruh program nasional dapat diimplementasikan optimal. BWS Sumatera V menjadi motor utama yang memastikan rencana tersebut dijalankan dengan presisi.

Kunjungan Komisi V DPR RI menegaskan pola kerja pusat–daerah dalam penanganan bencana hidrometeorologi. BWS Sumatera V sebagai pelaksana teknis utama, berkolaborasi dengan pemerintah daerah yang menjadi eksekutor lapangan. Sinergi ini diharapkan memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman banjir di masa mendatang.

Dengan fokus pada kinerja BWS Sumatera V, masyarakat Kabupaten Solok mulai merasakan perlindungan nyata dari risiko banjir. Langkah-langkah teknis yang dilakukan BWS tidak hanya menanggulangi bencana saat ini, tetapi juga membangun fondasi perlindungan jangka panjang bagi warga dan permukiman di tepi Batang Imang.

Wyndoee

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *