Bukittinggi | Mengawali tahun 2026, suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bukittinggi terlihat lebih hidup dari biasanya. Pagi itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan hadir langsung untuk meninjau berbagai sudut lapas, memastikan keamanan dan ketertiban berjalan sebagaimana mestinya.
Kehadiran Kakanwil bukan sekadar agenda formal. Lebih dari itu, ia ingin melihat secara nyata bagaimana sistem pengamanan diterapkan, bagaimana lingkungan terkelola, serta bagaimana sinergi petugas dalam menjaga stabilitas di dalam tembok pemasyarakatan.
Satu per satu area vital ditelusuri. Brandgang — jalur pengamanan di antara pagar dan tembok lapas — menjadi salah satu titik penting yang mendapat perhatian. Kondisinya dicek dengan detail: mulai dari kebersihan, akses jalur, hingga kesiapan petugas jika terjadi situasi darurat.
Dari brandgang, rombongan bergerak menuju blok hunian warga binaan. Di sini, Kakanwil mengamati suasana keseharian, tata ruang, serta bagaimana kontrol rutin dilakukan oleh petugas. Semua diamati dengan cermat, tanpa tergesa.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil memberikan penguatan kepada jajaran. Ia mengingatkan bahwa tugas pemasyarakatan bukan hanya menjaga pintu dan pagar, tetapi juga menjaga rasa aman — baik bagi warga binaan maupun petugas sendiri.
Ia menekankan, deteksi dini, razia internal, dan kontrol berkala harus menjadi budaya kerja. Bukan hanya ketika ada pemeriksaan, tetapi sebagai rutinitas yang melekat setiap hari.
Menurutnya, keamanan bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi. Dengan keamanan yang terkendali, proses pembinaan, pelayanan, dan kegiatan positif lainnya dapat berjalan lebih maksimal.
Kakanwil juga mengapresiasi kerja petugas yang tetap disiplin, sekaligus mendorong agar profesionalisme terus ditingkatkan. Setiap tugas, katanya, harus dilandasi kesadaran bahwa lapas adalah tempat pembinaan, bukan sekadar tempat penahanan.
Kegiatan peninjauan itu ditutup dengan harapan. Jajaran Lapas Bukittinggi diharapkan semakin solid, semakin sigap, dan semakin peka terhadap potensi gangguan, sejalan dengan kebijakan dan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Pada akhirnya, kunjungan awal tahun ini bukan sekadar inspeksi, melainkan bentuk komitmen. Komitmen bahwa keamanan lapas adalah tanggung jawab bersama — yang harus dijaga, dirawat, dan terus diperkuat dari waktu ke waktu.
TIM






