KORAMIL 01 PBU | Di tengah padatnya aktivitas warga, persoalan sampah kembali menjadi perhatian Babinsa Koramil 01 Padang Barat Utara (PBU). Sertu Bastian turun langsung ke wilayah binaan untuk melakukan komunikasi sosial (komsos) dengan tokoh pemuda setempat, membahas cara terbaik menangani penumpukan sampah yang mulai mengganggu kebersihan lingkungan.
Pertemuan itu berlangsung santai namun serius. Di sebuah pos lingkungan, beberapa pemuda berkumpul bersama Babinsa untuk memetakan titik-titik rawan sampah dan mencari solusi yang bisa dikerjakan bersama tanpa harus menunggu program besar datang dari pemerintah.
Sertu Bastian menegaskan, persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi menyangkut kesehatan, kenyamanan, bahkan citra kampung. Ia mengajak warga membangun kesadaran dari hal kecil, seperti memilah sampah rumah tangga dan menertibkan jadwal pembuangan.
Menurutnya, kehadiran tokoh pemuda menjadi kunci. Mereka dekat dengan masyarakat, tahu dinamika lingkungan, dan bisa menggerakkan warga agar lebih peduli. “Kalau pemuda bergerak, biasanya warga ikut. Kita ingin lingkungan bersih bukan karena dipaksa, tapi karena sadar,” ujar Sertu Bastian.
Selain membahas solusi, pertemuan juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama dengan pihak kelurahan. Rencana ke depan, akan dibuat jadwal kerja bakti rutin sekaligus sosialisasi ke rumah-rumah tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
Danramil 01/PBU Mayor Kav Sukri menyampaikan apresiasi atas inisiatif Babinsa dan tokoh pemuda. Menurutnya, pendekatan dialog dan kerja bersama menjadi cara efektif membangun kepedulian warga terhadap lingkungan. “Babinsa tidak hanya soal keamanan, tetapi juga hadir mendorong masyarakat hidup sehat dan tertib,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Wadanramil Kapten Arm Junardy. Ia menegaskan, Koramil akan selalu mendukung kegiatan positif yang melibatkan masyarakat. “Masalah sampah tidak bisa diselesaikan sendiri. Butuh kebersamaan, disiplin, dan teladan. Kami siap bersinergi,” katanya.
Dari hasil koordinasi itu, muncul gagasan membuat sudut-sudut bank sampah sederhana. Pemuda diminta menjadi penggerak, sementara Babinsa siap memfasilitasi komunikasi dengan pihak terkait agar program berjalan terarah dan berkesinambungan.
Warga pun menyambut baik langkah ini. Beberapa mengaku senang karena permasalahan lingkungan yang selama ini diabaikan mulai diperhatikan, dan ada ruang bagi masyarakat untuk ikut menyampaikan masukan.
Kegiatan komsos tersebut berakhir dengan peninjauan singkat ke beberapa titik penumpukan sampah. Sertu Bastian mencatat sejumlah catatan penting untuk segera dikoordinasikan ke tingkat kelurahan dan instansi terkait.
Dengan pendekatan kolaboratif, diharapkan persoalan sampah di wilayah binaan Babinsa Koramil 01/PBU perlahan menemukan jalan keluar. Kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat.
TIM RMO






