Padang, Rabu 19 Maret 2026 | Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pesan tentang pentingnya menjaga silaturahmi kembali digaungkan dengan kuat. Kali ini datang dari Mayor Kav Sukri, yang mengajak seluruh elemen untuk tidak membiarkan hubungan antarsesama terputus, apa pun alasannya.
Bagi Mayor Kav Sukri, Lebaran bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadan, melainkan momentum paling tepat untuk merajut kembali benang-benang kebersamaan yang mungkin sempat renggang. Ia melihat Idul Fitri sebagai ruang untuk memperbaiki, menguatkan, sekaligus menyatukan kembali hati yang sempat berjarak.
Ucapan yang ia sampaikan merangkul semua kalangan—keluarga, sahabat, rekanan, pimpinan, bawahan, hingga insan media. Tidak ada batas, tidak ada sekat. Semua dipersatukan dalam semangat silaturahmi yang tulus dan penuh makna.
Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar nilai sosial yang dijaga karena kebiasaan, melainkan perintah yang memiliki pijakan kuat dalam ajaran agama. Menjaga hubungan, menurutnya, adalah bagian dari ibadah yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Penegasan itu diperkuat dengan firman Allah SWT dalam QS. Muhammad ayat 22–23 yang menjadi pengingat keras bagi siapa saja yang meremehkan arti sebuah hubungan:
“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.”
Ayat tersebut bukan sekadar peringatan, tetapi juga cermin bahwa memutus silaturahmi membawa dampak besar, bukan hanya dalam kehidupan sosial, tetapi juga secara spiritual. Sebaliknya, menjaga hubungan adalah pintu datangnya rahmat dan keberkahan.
Mayor Kav Sukri menyadari, dalam realitas kehidupan, kesibukan, perbedaan pandangan, bahkan hal-hal kecil kerap menjadi pemicu renggangnya hubungan. Namun justru di situlah Idul Fitri hadir—sebagai kesempatan emas untuk menyambung kembali yang sempat terputus.
Dengan kerendahan hati, ia menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh pihak. Sebuah sikap yang mencerminkan bahwa memaafkan dan meminta maaf adalah langkah awal untuk memperbaiki hubungan yang retak.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga silaturahmi tidak cukup hanya dilakukan saat Lebaran. Nilai itu harus terus hidup, dirawat, dan dijaga dalam setiap langkah kehidupan, karena hubungan yang kuat tidak dibangun dalam satu waktu, melainkan melalui proses panjang yang penuh kesadaran.
Pesan yang disampaikan terasa hangat dan membumi. Tidak ada jarak antara pemimpin dan yang dipimpin, antara rekan kerja dan sahabat. Semua dilebur dalam satu ikatan: persaudaraan.
Di tengah gemuruh takbir yang segera berkumandang, pesan ini menjadi refleksi mendalam bahwa makna terbesar Idul Fitri bukan hanya pada perayaan, tetapi pada kembalinya hati yang bersih dan hubungan yang utuh.
Harapan pun mengalir, agar momentum ini benar-benar dimanfaatkan untuk mempererat kembali silaturahmi yang mungkin terabaikan, sekaligus memperkuat yang telah terjalin.
Pada akhirnya, pesan Mayor Kav Sukri menjadi pengingat sederhana namun kuat: silaturahmi bukan hanya untuk dijaga, tetapi diperjuangkan—agar tidak pernah terputus, sebagaimana telah diingatkan dalam ayat suci Al-Qur’an.
Wyndoee
BCA
WYNDO REGANDHA
0322634887






