Padang | Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang resmi terpilih sebagai korpus koordinator pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatra Barat. Penetapan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi dan sinergi gerakan mahasiswa lintas kampus di wilayah Sumatra Barat.
Dalam agenda tersebut, UIN Imam Bonjol Padang mengutus enam orang delegasi yang terdiri dari jajaran pimpinan dan menteri kabinet mahasiswa, yaitu Presiden Mahasiswa Hidayatul Fikri, Wakil Presiden Mahasiswa Habib Prananda Andy, Menteri Olahraga Hendrix Trias Junica, Sekretaris Menteri Luar Negeri Arif Fadhilah, Menteri Advokasi Hukum dan HAM Nader Awandy, serta Menteri Politik, Kajian Strategis, dan Advokasi (Polkastrad) Aulia Eka.
Presiden Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, Hidayatul Fikri, menegaskan bahwa terpilihnya UIN IB sebagai korpus koordinator pusat bukan hanya sebuah amanah kelembagaan, tetapi juga tanggung jawab moral untuk membesarkan seluruh kampus di Sumatra Barat secara kolektif.
“Kami menggaungkan sistem besar membesarkan, di mana tidak ada kampus yang berjalan sendiri. Semua kampus di Sumatra Barat harus tumbuh, kuat, dan berdaya bersama dalam satu barisan perjuangan mahasiswa,” tegas Hidayatul Fikri.
Ia juga menambahkan bahwa Aliansi BEM se-Sumatra Barat di bawah koordinasi UIN Imam Bonjol Padang akan fokus pada penguatan solidaritas, advokasi isu-isu strategis daerah, serta peningkatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.
Terpilihnya UIN Imam Bonjol Padang sebagai korpus koordinator pusat diharapkan mampu menjadi katalisator lahirnya gerakan mahasiswa yang progresif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat serta kemajuan pendidikan tinggi di Sumatra Barat.






