Padang, 23 Januari 2026 | Setelah sembilan tahun berdirinya Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatera Barat (Aliansi BEM SB). Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang untuk pertama kalinya secara resmi dipercaya sebagai Koordinator Pusat Aliansi BEM Sumatera Barat. Penetapan ini menegaskan mandat gerakan mahasiswa kepada UIN Imam Bonjol Padang untuk memimpin konsolidasi dan arah perjuangan mahasiswa di Sumatera Barat.
Keputusan tersebut dihasilkan melalui Musyawarah Daerah (Musda) IX Aliansi BEM Sumatera Barat yang diselenggarakan di STAI Ar-risalah Padang. Musda berlangsung demokratis dan penuh dinamika. Aliansi menegaskan bahwa seluruh perbedaan dan ketegangan selama Musda telah selesai di forum. Pasca Musda, tidak ada lagi sekat-sekat, tidak ada kubu-kubu, yang ada hanyalah satu barisan perjuangan mahasiswa Sumatera Barat.
Kepemimpinan baru Aliansi BEM SB menegaskan fokus utama gerakan pada pengawalan isu-isu daerah yang secara langsung menyentuh hajat hidup masyarakat banyak, Mahasiswa tidak akan tinggal diam terhadap kebijakan dan praktik yang merugikan rakyat serta merusak masa depan daerah.
Aliansi secara tegas menyatakan sikap untuk melawan praktik tambang ilegal dan penebangan liar, yang telah menyebabkan kerusakan lingkungan, bencana ekologis, serta mengancam ruang hidup masyarakat. Selain itu, korupsi yang masih mengakar dalam tata kelola pemerintahan daerah juga menjadi musuh bersama yang akan terus disorot. Di sektor pertanian, aliansi menilai negara dan pemerintah daerah belum sepenuhnya berpihak kepada petani, baik dalam perlindungan, peningkatan nilai tambah, maupun akses pasar.
Dalam Musda tersebut, UIN Imam Bonjol Padang mengutus enam delegasi resmi, diantaranya adalah: Hidayatul Fikri selaku Presiden Mahasiswa, Habib Prananda, Wakil Presiden Mahasiswa, Aulia Eka Putra, Menteri Politik dan Kajian Strategis, Arif Fadhilah, Sekretaris Menteri Luar Negeri, Nader Awandy, Menteri Hukum dan HAM, dan Hendrix Trias Junica, Menteri Pendidikan dan Olahraga.
Presiden Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, Hidayatul Fikri, menyampaikan terima kasih kepada seluruh BEM anggota aliansi yang telah memberikan kepercayaan. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekedar simbol kemenangan institusi, melainkan tanggung jawab kolektif terhadap Sumatera Barat
“Kepercayaan ini bukan tentang UIN semata. Tanpa seluruh BEM yang tergabung dalam aliansi, UIN Imam Bonjol Padang bukan apa-apa. Karena itu, kepemimpinan ini harus kita jaga bersama, saling menguatkan, saling besar membesarkan dan berdaya bersama.” tegas Fikri
Di bawah kepemimpinan baru, Aliansi BEM SB menegaskan komitmen untuk bersuara lebih lantang, bergerak lebih terorganisir, dan berdiri lebih tegas sebagai kontrol sosial ditengah-tengah masyarakat, sekaligus memastikan kebijakan publik berpihak pada masyarakat dan keberlanjutan Sumatera Barat.






